Bukan TribunNews.com - Kabar Terbaru dan Kronologis Viral Di Sosial Media Twitter, Facebook Serta Beragam Informasi Bermanfaat Seperti Info Kesehatan, Info Teknologi, Info Terkini, Islamedia dan Beragam Kabar Menarik Lainnya Di Sekitar Kota Bontang

Thursday, 22 October 2015

"Gembok Cinta" Hadir Di Samarinda, Pasti Laris Buat Selfie

FENOMENA gembok cinta memang sudah mendunia. Tak hanya di Paris, beberapa waktu lalu, Bandung juga tak mau kalah. Remaja Kota Tepian pun tak ingin ketinggalan. Ya, yang jadi sasaran adalah pagar kawat di jembatan Jalan MT Haryono, sebelah Taman Sejati. Berdasar pantauan Kaltim Post, di sisi kanan jembatan arah ke Karang Paci, beberapa pasang gembok tersemat. Di antaranya, ada gembok yang berwarna merah jambu.

Demam gembok cinta menuai tanggapan dari muda-mudi di Kota Tepian. Ada yang setuju, ada pula yang tidak. Mereka yang tak setuju, khawatir dengan keamanan, sedangkan yang setuju, mengapresiasi karena bakal ada tempat wisata dan titik swafoto baru di Samarinda. Di antara yang setuju adalah Andik Setyowati.

“Malah bagus lagi, karena menambah tempat wisata dan tempat foto-foto di Samarinda,” katanya.

Tempat tersebut dianggap pas. Sebab, dengan latar belakang pemandangan Kota Tepian dan dekat dengan Taman Sejati. Itu bakal jadi destinasi wisata dan tempat menghabiskan akhir pekan yang murah dan terintegrasi. Hal tersebut diamini Nimas Ghanys. Menurut dia, pagar kawat itu bisa jadi bentuk ekspresi cinta remaja di Samarinda.

“Enggak masalah, selain jadi destinasi wisata, bisa jadi tempat mengekspresikan cinta,” imbuhnya.

Namun, berbanding terbalik dengan pendapat Riska Yulanda dan Airlangga Widodo. Menurut mereka, berbahaya jika memaksakan pagar kawat yang sebenarnya tidak diperuntukkan menahan beban berat. Risiko pagar ambruk bisa mengintai kapan saja.

“Bayangkan, kalau nanti memang happening. Kekuatan pagar itu berapa? Kalau tiap hari ada 100 orang yang pasang gembok dengan berat gembok 3 ons, berapa berat yang ditanggung? Apa nggak ambruk pagarnya?” kata Riska Yulanda.

Senada, Airlangga menyatakan, terlalu banyak dampak negatif dan bahaya dibandingkan nilai positifnya, jika memasang gembok cinta di kawasan tersebut. Diakui Airlangga, konten gembok cinta memang menarik. Namun, lebih baik dibuat secara terencana. Dengan begitu, bakal jadi destinasi wisata yang menarik dan aman.

“Kalau ada tempat yang lebih pas dan nyaman, kenapa tidak. Tapi, tidak menyarankan pasang gembok di situ saat ini,” pungkas Airlangga.

Previous
Next Post »