Bukan TribunNews.com - Kabar Terbaru dan Kronologis Viral Di Sosial Media Twitter, Facebook Serta Beragam Informasi Bermanfaat Seperti Info Kesehatan, Info Teknologi, Info Terkini, Islamedia dan Beragam Kabar Menarik Lainnya Di Sekitar Kota Bontang

Tuesday, 8 September 2015

Berniat Umrah, Mualaf Ini Justru Dihajikan Raja Saudi

SEORANG pemuda asal Prancis dikabarkan telah melintasi jarak 7.000 km melalui jalan darat. Ia berkeinginan melakukan perjalanan ke Makkah untuk melakukan umrah. Namun, keputusan Allah memungkinkan dia untuk melakukan tidak hanya Umrah tetapi juga haji sebagai tamu Penjaga Dua Masjid Suci Raja Abdullah.

Alexander, yang kembali ke Islam dan mengadopsi nama Hamza, mengatakan kepada Saudi Press Agency bahwa panggilan untuk shalat (azan) yang membuat semua perbedaan dalam hidupnya.

“Ketika saya mendengar azan untuk pertama kalinya, saya terguncang oleh pengalaman yang tak bisa dijelaskan, dan saya mendengarkan suara itu dengan penuh perhatian, yang akhirnya membawa saya ke jalan yang benar. Setelah kejadian ini, saya terus mencari gairah saya untuk agama yang benar yang membawa saya untuk memeluk Islam,” katanya.





Hamza mengatakan ia memutuskan untuk berangkat ke Makkah untuk melakukan umrah.

“Jadi, didampingi oleh istri saya, saya melakukan perjalanan 7.000 km melalui jalan darat, mulai dari Maroko dan mencapai Niger setelah melintasi Mauritania dan Burkina Faso. Di Niamey, ibukota Niger, saya mengunjungi Kedutaan Saudi dan mengajukan untuk visa Umrah, tetapi saya harus melalui beberapa prosedur untuk ini,” kata Hamza.

“Setelah menunggu beberapa waktu, saya terus berdoa untuk memenuhi impian saya dan membuat beberapa upaya untuk mendapat visa, istri saya dan saya memutuskan putus asa untuk kembali ke Prancis. Ketika kami sedang dalam perjalanan ke bandara, saya menerima telepon dari penyampaian informasi kedutaan bahwa saya terpilih sebagai tamu raja untuk melakukan haji,” tambahnya.

Hamza, yang berhenti dari pekerjaannya di Prancis dan berencana untuk mengabdikan untuk studi syariah, juga berbagi kegembiraannya atas realisasi perjalanan spiritual sejak masuk Islam.

“Semua kelelahan dan ketegangan fisik dan mental yang disebabkan oleh perjalanan panjang dan sulit lenyap ketika aku melihat Ka’bah dan aku tidak bisa mengendalikan emosi saya, dan saya menangis dalam sukacita,” ungkap Hamza. [sm/islampos/aby]

Previous
Next Post »